Selasa, 19 Juli 2022

Rasio keuangan dalam memilih saham

Dalam memilih saham ada yang menggunakan pergerakan harga yang diwakilkan lewat pola grafik yang ditampilkan (chart pattern). Ada pula pemilihan berdasarkan kriteria tertentu yang digunakan yakni rasio keuangan.

Rasio keuangan ini adalah sebuah data perhitungan berdasarkan kinerja laporan keuangan dilihat dari sisi pertumbuhan laba, dividen yield (prosentase pembagian deviden periode sebelumnya), nilai harga saham berdasarkan nilai bukunya, prosentase hutang terhadap modal, dan lain sebagainya. Mari kita lihat pelajari istilah dari rasio keuangan yang dipakai oleh emiten Indy (PT. Indika Energy, Tbk) yang bergerak dalam sektor batubara, energi terbarukan. Laporan disajikan tahunan. Data diambil dari link https://www.indopremier.com/legacy/newsSmartSearch.php?code=INDY :


1. Market Cap
    Market Cap atau kapitalisasi pasar adalah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat suatu 
    perusahaan untuk menilai fundamental dan kinerja saham di perusahaan tersebut. Nilai tersebut 
    diperoleh dari total jumlah outstanding shares (saham) perusahaan yang beredar (baik yang dimiliki 
    oleh publik, pengendali, direksi, perusahaan investasi, dan lain-lain) dikalikan dengan harga satu 
    lembar saham di pasaran.
    Untuk contoh kode emiten INDY ini tertera jumlah saham adalah 5,200,000,000 (5, 2 milyar lihat 
    pada kolom share out) lembar 
    dengan sebaran komposisi sebagai berikut (data diambil tanggal 30 Juni 2022 diambil dari apps RTI).
    PT. Indika Inti Investindo (pengendali) jumlah lembar yang dimiliki1,968,882,699 komposisi 37.79%
    PT. Teladan Resources (pengendali) jumlah lembar yang dimiliki  1,463,155,591 komposisi 28.08%
    Masyarakat jumlah lembar yang dimiliki 1,770,653,710 komposisi 33.99%
    Saham Treasury jumlah lembar yang dimiliki 7,500,000 komposisi 0.14%
    Total saham INDY adalah 5,210,192,000. 
    Pada tahun tahun 2020 harga penutupan terakhir saham INDY adalah 1,730 per lembar sehingga 
    akhir tahun 2020 market cap saham INDY adalah 9.0 T (bisa dilihat pada gambar di atas).
    Pada  tahun 2021 harga penutupan terakhir saham INDY adalah 1,545 per lembar sehingga akhir 
    tahun 2021 market cap saham INDY adalah 8.0 T (bisa dilihat pada gambar di atas).
    Mungkin ada yang bertanya kenapa market cap INDY di tahun 2020 lebih tinggi daripada tahun 
    2021 ?
    Jawabannya pada tahun 2020 saat itu diperkirakan pemulihan ekonomi segera dimulai karena telah 
    ditemukan vaksin, ternyata pada tahun 2021 terjadi serangan virus covid varian Delta. Kalau kita 
    lihat pada tahun 2022 sampai kuartal 1 tahun 2022 market cap INDY telah mencapai 12.6 T lebih 
    tinggi daripada tahun 2021. Ini disebabkan karena adanya permintaan batubara yang melonjak 
    dikarenakan terjadinya krisis energi yang disebabkan terjadinya perang Rusia vs Ukraina yang
    mendorong terjadinya booming komoditas dalam hal ini energi.  

2. Last price
    Adalah harga penutupan pada akhir tahun yang dimaksud (pada gambar di atas harga penutupan 
    tahun 2021 adalah 1,545)

3. Share Out
    Adalah total jumlah lembar saham yang beredar.

4. Cash
    Adalah jumlah uang tunai yang dimiliki perusahaan pada kuartal maupun akhir tahun.

5. Total aset
    Adalah jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Contoh aset adalah lahan, pabrik, smelter, jumlah 
    volumen batubara, komputer dan perabotan kantor, kendaraan, dan lain sebagainya,

6. ST Borrowing
    Adalah pinjaman jangka pendek (short term borrowing)  biasanya berjangka waktu 3 bulan
    sampai 1 tahun.
 
7. LT Borrowing
    Adalah pinjaman jangka panjang (long term borrowing) biasanya berjangka waktu lebih dari 1 
    tahun. 

Kita langsung ke bagian kolom ratio

8. Deviden
    Adalah besarnya nominal yang diberikan kepada pemegang saham mirip seperti bunga kalau di 
    deposito. Contoh pada gambar di atas pada tahun 2020. INDY memberikan deviden sebesar Rp 90,- 
    per lembar saham kepada pemegang saham INDY.

9. Earning per share (EPS)

    EPS adalah laba perusahaan yang dibagi per lembar saham. Semakin meningkat nilai EPS dari tahun 
    ke tahun, maka perusahaan tersebut semakin baik karena laba perusahaan meningkat, serta dapat 
    dikatakan bahwa perusahaan bertumbuh. EPS dapat dibandingkan secara quartal to quartal maupun 
    year on year. Rumus dari EPS = laba bersih/jumlah lembar saham    

10. Price Earning Ratio (PER)
     Adalah adalah rasio yang menggambarkan harga saham sebuah perusahaan dibandingkan dengan 
     laba yang dihasilkan perusahaan tersebut (EPS).  Analisa PER suatu perusahaan dapat dilakukan 
     dengan cara membandingkan PER dalam industry sejenis.
     Jika PER lebih kecil dari rata-rata emiten lainnya dalam industri sejenis, maka harga perusahaan 
     dianggap relative murah. Saham dengan PER rendah banyak diminati investor.
     Rumus PER = harga saham/eps

11. Book Value per share (BVPS)
     Adalah jumlah rupiah tiap lembar saham. Rumus BVPS = Ekuitas/jumlah lembar saham

12. Price to book value (PBV)
      Adalah rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. Misalkan PBV sebesar 2x artinya harga 
      saham sudah sebesar 2x lipat dibandingkan kekayaan bersih suatu perusahaan. Dengan kata  lain,            harga saham tersebut 2x lipat lebih mahal dari modal bersihnya.
      Rumus PBV = Harga saham/BVPS

13. Return on Asset (ROA)
     Adalah indikator yang menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk 
     menghasilkan laba atau profit.
     Rumus ROA = laba bersih (net income)/Aset perusahaan. (Dibaca laba bersih dibagi aset 
     perusahaan).
     Rumus Aset = Hutang + Modal

14. Return on Equity (ROE)
      Adalah jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas yang dinyatakan dalam bentuk persen.
      Rumus ROE = laba bersih/ekuitas saham

15. Debt Equity Ratio (DER)
      Adalah perbandingan nilai hutang terhadap ekuitas (modal) perusahaan dinyatakan dalam persen.
      Rumus DER = total hutang/total ekuitas x 100%

Demikianlah pengenalan akan istilah-istilah dalam laporan keuangan. Kedepannya akan saya tambahi lagi istilah lainnya. Selamat berinvestasi. 



Kamis, 05 Mei 2022

Cara perhitungan BEP (balik modal) saat melakukan cut loss dalam saham

 Dalam melakukan trading di market baik itu saham, gold, forex, crypto pasti pernah mendengar tentang istilah cut loss.

Cut loss adalah mekanisme untuk menjual rugi dikarenakan arah pergerakan harga sudah tidak sesuai dengan trading plan (rencana trading yang telah diset sebelumnya). Bisa juga cut loss dikarenakan karena arah trend sudah berbalik arah.

Tujuan dari cut loss adalah untuk melindungi psikologis saat melihat modal aset kita tergerus lebih dalam.

Contoh : Abi mempunyai harga saham di harga average Rp 1000,-/ lembar. Abi mempunyai 30 lot saham (setara dengan 3000 lembar). Karena terdapat kejadian adanya gugatan PKPU terhadap perusahaan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya aksi jual besar-besaran harga saham menjadi turun Rp 930,-/lembar. Jika dikalkulasikan maka floating loss (rugi mengambang) dari si Abi adalah

Jumlah lembar Abi punya = 30 x 100 = 3000 lembar

Modal Abi = 3000 lembar x 1000/lembar = Rp 3.000.000,-

Bila harga saat ini Rp 930,- per lembar, maka Abi menderita kerugian mengambang (floating loss) sebesar = 

3.000.000 - (3000 lembar x 930/lembar)

= 3.000.000 - 2.790.000

= Rp 210.000

Di atas ada istilah floating loss. Apa sih floating loss ini ? Floating loss adalah istilah ketika harga modal average kita lebih tingga dari harga market saat itu. Disebut floating loss dikarenakan rugi yang tercatat di portofolio saat itu belum direalisasikan atau belum dijual oleh Abi. Floating loss bisa disebut juga unrealized loss. Cut loss merealisasikan kerugian (realized loss) dengan cara menjual rugi semua lot yang dimiliki oleh Abi.

Karena Abi mendapat informasi bahwa perusahaan tersebut terkena gugatan PKPU, maka Abi memutuskan untuk melakukan cut loss sehingga menjadikan realized loss (merealisasikan kerugian).

Berarti Abi merealisasikan kerugian sebesar Rp 210.000,-

Berapa gain (profit) yang harus didapat oleh Abi agar kerugian sebesar Rp 210.000,- dapat tertutupi ?

Rumus untuk menutupi loss (rugi) yang didapat dapat dilakukan dengan rumus  = loss/(100-loss)

Contoh Pada kasus di atas  Abi loss 7%, maka Abi untuk mengembalikan modal adalah harus mendapat profit sebesar = 7/(100-7) = 7.5%

 Berikut daftar loss dan minimal profit yang harus didapat untuk mengembalikan modal

  • Loss 5%, maka minimal profit yang didapat adalah 5.26%
  • Loss 10%, maka minimal profit yang didapat adalah 11.11%
  • Loss 15%, maka minimal profit yang didapat adalah 17.64%
  • Loss 20%, maka minimal profit yang didapat adalah 25%
  • Loss 25%, maka minimal profit yang didapat adalah 33.33%
  • Loss 30%, maka minimal profit yang didapat adalah 42.85%
  • Loss 40%, maka minimal profit yang didapat adalah 66.66%

Dan seterusnya. Ingat pada rumus = loss% dibagi (100%-loss%) = loss/(100-loss)

Semoga catatan ini membantu terima kasih.


Sabtu, 30 April 2022

Mengatasi perasaan traumatis secara kekristenan

Tentu tidak mudah mengenyahkan traumatis apalagi yang pernah kita alami secara langsung. Rasa was-was bisa muncul sewaktu-waktu tatkala membaca atau menyaksikan isyarat buruk. Penderitaan yang satu sering bertumpang tindih dengan yang lainnya. 

Di tengah ketidak berdayaan hendaknya kita terus mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang penuh rahmat. 

Mari kita panjatkan permohonan sebagaimana doa Daud. Kiranya Tuhan mengaruniakan kekuatan. Mohon Tuhan memberkati kita dengan damai dan sejahtera.

Mazmur 29:10 "Tuhan bersemayan di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya."

Dari ayat di atas kita dapat merasakan bagaimana raja Daud memuji dan memuliakan Tuhan lewat kata-kata yang diucapkannya. Bagi raja Daud. Tuhanlah raja atas hidupnya.

Tuhan memberkati    

Belajar kemurahan dan penyertaan Tuhan dari kisah Rut

Rut bukan hanya mendapatkan bulir-bulir gandum, tetapi juga perlindungan, jaminan keamanan, serta kecukupan bahan makanan.

Bahkan di sepanjang musim panen itu, ia hanya memungut jelai di ladang Boas. Sebuah kebetulan yang menakjubkan . Tetapi sebenarnya di balik semuanya ada kemurahan Tuhan yang sedang bekerja dalam hidupnya. 

Dalam hidup kita pun Allah yg sama juga tetap berkarya memelihara hidup kita. 

Rut 2:3 "Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Dari ayat di atas dapat diambil pesan bahwa penyertaan Tuhan selalu ada bagi orang yang bersandar pada-Nya. Seperti kita ketahui dari riwayat Rut yang adalah seorang janda yang ditinggal meninggal oleh suaminya, sehingga hanya Rut beserta dengan ibu mertua sajalah pergi ke daerah tanah kelahiran kaum keluarga suaminya. Rut ini belum pernah pergi ke tanah kelahiran mendiang suaminya.

Tuhan memberkati

    

Cara menyikapi media sosial dari sudut pandang Kristen

Sekarang ini banyak orang tersedot perhatian dan energinya oleh pergaulan dengan media sosial. Apalagi di masa pandemi dan karantina sosial ini. Bukannya itu salah atau buruk melulu, melainkan kita harus tetap waspada jangan sampai seluruh konsentrasi terkuras dan kita dibuat buta pada semua pesannya.

Jangan terterbuai atau terbius oleh pesonanya yang sarat tipuan. Pastikan kita selalu kembali ke kehidupan nyata kepada akal sehat, serta orang-orang terdekat dengan kita.

Markus 1:29 "Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas".

Pesan dari ayat di atas bahwa hubungan dengan orang terdekat itu penting agar terbangun komunikasi yang kuat.

Tuhan memberkati

      

Minggu, 10 April 2022

Apa itu candlestick dalam chart saham

Di dalam postingan sebelumnya di artikel Apa itu trading, investor, support, resistance dalam saham

ada disebut mengenai candlestick dalam chart. Berikut akan dibahas mengenai candlestick tersebut.

Candlestick atau batang lilin adalah suatu bentuk mirip lilin yang menggambarkan pergerakan harga dari saham selama time frame yang kita tentukan. Contoh time frame dapat daily (harian) berarti satu candlestick mewakili satu hari. Time frame weekly (mingguan) berarti satu candlestick mewakili 1 minggu (5 hari). Dalam market 1 minggu = 5 hari kerja yang dimulai dari hari Senin sampai Jum'at.

Berikut gambar candlestick 



Gambar di atas ada istilah upper shadow maupun lower shadow adalah suatu pergerakan harga yang pernah dilalui selama jam market.  Bedanya upper shadow pergerakan harga ke arah atas (high), sedangkan lower shadow pergerakan harga ke arah bawah (low).

Upper shadow maupun lower shadow sering disebut juga dengan ekor.

Misal kita menggunakan time frame daily pada chart saham, penjelasannya sebagai berikut :
Body adalah range harga antara waktu harga dibuka (open) sampai tutup (close) market pada hari itu.

Jika open < close (dibaca harga open lebih kecil daripada harga close, maka candlestick berwarna hijau). Sebaliknya jika open > close (dibaca harga open lebih besar daripada harga close), maka candlestick berwarna merah.

Berikut akan disajikan beberapa gambar candlestick yang berhubungan dengan price action (umumnya digunakan aksi untuk membeli)




Di dalam market kita akan berkenalan dengan istilah yaitu bearish (kecenderungan harga menurun), bullish (kecenderungan harga naik), sideway (harga naik turun pada range tertentu).

Di dalam market banyak terdiri dari orang yang sifatnya scalper, trader swing, investor kemudian ada juga yang bersifat spekulan (orang yang berusaha mencuri start dengan membeli dengan harapan harga akan naik).

Jadi candlestick ini menggambarkan kondisi market daripada saham tersebut pada time frame yang kita pilih apakah kita mau melihat pergerakan harga secara menitan, harian, mingguan, bahkan bulanan.

Di dalam saham sifatnya hanya satu arah yaitu kita hanya bisa mengambil untung apabila harga jual lebih besar daripada harga beli.

Di dalam saham ada istilah IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yaitu berupa indeks yang berdasarkan pergerakan dari kumpulan semua saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan IHSG berdasarkan pembobotan tiap saham yang ada di Bursa Efek Indonesia, dimana semakin besar pembobotan suatu saham (biasanya berdasarkan market capital), maka semakin besar pula pengaruh pergerakan harga daripada saham tersebut terhadap IHSG. 


Bersambung.........



Apa itu trading, investor, support, resistance dalam saham

Setelah membahas apa itu saham di artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai istilah trading, investor, support dan resistance.

Sebelum mulai memasuki market saham kita harus mengetahui style atau gaya kita dalam berinvestasi.

Secara garis besar di market ada 3 peran yang dimiliki seseorang yaitu :

1. Scalper adalah seseorang yang mengambil keuntungan dan membatasi kerugian dengan modal yang dimiliki saat masuk posisi dengan batasan kurang lebih 1%-5%. Mereka biasanya menggunakan time frame lebih pendek baik itu 1 menit - 5 menit. Biasanya mereka melakukan cut loss atau jual rugi ketika saham tersebut udah -3%.

2. Trader swing. Seperti namanya yaitu swing atau berayun, maka seseorang yang memakai style seperti ini akan menetapkan target ke area resitance atau batas atas kenaikan dari suatu saham. Resistance atau batas atas dari kenaikan suatu saham tersebut didasarkan pada time frame daily hingga weekly. Seorang trader swing juga akan membatasi resiko yang dinamakan trading plan dengan menetapkan strategy exit atau cut loss atau jual rugi. Biasanya mereka akan jual rugi ketika saham tersebut misal sudah membuat rugi 5%-7% atau sudah patah trend. Untuk istilah trend  akan di bahas di artikel berikutnya. Seorang trader swing dapat menahan saham yang dimilikinya dalam hitngan mingguan bahkan bulanan.

3. Investor adalah tipe orang yang berinvestasi dengan cara umumnya melihat fundamental perusahaan dan juga prospek growth perusahaan. Umumnya mereka melihat EPS (earning per share), PBV (Price to book value), PER (Price Earning Ratio), DPR (Deviden Payout Ratio), DER (Debt to equity ratio). Untuk istilah tersebut akan ada di artikel berikutnya. Investor juga dapat melakukan cut loss atau jual rugi jika dipandang perusahaan tersebut tidak memiliki prospek ke depannya.  

Support adalah batas terendah agar tidak kembali turun. Resistance adalah batas tertinggi yang menjaga saham tersebut agar tidak naik. Untuk gambar daripada support dan ressistance dapat melihat dengan gambar di bawah ini.


Dari gambar di atas kita dapat melihat di mana support adalah sebuah garis yang dilewati oleh ekor candle (shadow candle). Semakin banyak ekor candle yang dilewati oleh garis tersebut maka semakin kuat support. 

Resistance adalah sebuah garis yang dilewati oleh ekor candle (shadow candle). Semakin banyak ekor candle yang dilewati oleh garis tersebut maka semakin kuat resistance

Di market yang nyata kita bisa menjumpai suatu support atau resistance dapat ditembus. Support dapat ditembus jika orang yang memiliki saham tersebut melakukan tekanan jual yang tinggi daripada yang membeli saham tersebut. Biasanya support jebol dikarenakan laporan keuangan quartal (tiap 3 bulanan) bahkan laporan tahunan yang dinilai oleh market jelek. Bisa juga support jebol dikarenakan perusahaan tersebut sedang dalam kasus atau bahkan pemegang saham pengendali-nya (pemilik mayoritas saham) melakukan aksi jual.

Demikian pula resistance juga dapat dijebol dikarenakan tekanan beli yang besar daripada yang melakukan aksi jual. Umumnya resistance dijebol dikarenakan laporan keuangan quartal bahkan tahunan yang sifatnya luar biasa. Bahkan bisa juga perusahaan tersebut melakukan merger dan akuisisi ke perusahaan lain. 

Oh ya, untuk grafik di market umumnya orang menggunakan grafik candle karena bentuknya seperti candle. Jika menggunakan time frame daily, maka 1 candle sama dengan pergerakan harga dalam 1 hari. Candle yang berwarna putih atau hijau artinya harga naik sedangkan candle yang berwarna hitam atau merah artinya harga turun.

Ekor candle adalah range harga baik naik ataupun turun yang terjadi saat hari itu selama jam perdagangan berlangsung.

Untuk pembahasan candle akan dibahas di artikel berikutnya.

Bersambung.......